Korban Seksual Pesantren Shiddiqiyyah: Saya Dianiaya dan Diancam UU ITE

Foto Para Santriwati Assiddiqiyah
Foto Para Santriwati Assiddiqiyah

Islampers.com – Jombang
Kawan-kawan saya korban kekerasan seksual anak pendiri pondok pesantren. Mereka diculik dan dihajar. Saya, yang melaporkan dan memperjuangan keadilan, justru dianiaya dan diancam UU ITE.

Ini adalah cerita nyata tentang seorang kawan saya yang mengalami kekerasan seksual di pondok pesantren. Kami sama-sama belajar di satu pondok pesantren yang sama di daerah Jombang. Pada pertengahan tahun 2017, kawan saya itu mengalami kekerasan seksual. Tak hanya itu ia juga diculik dan dihajar hingga mengalami banyak luka lebam di tubuhnya. Belakangan saya tahu, kawan saya itu bukan satu-satunya korban. Ada belasan kawan perempuan lain yang juga menjadi korban kekerasan seksual oleh pelaku yang sama, yaitu M. Subchi Azal (MSA) seorang putra pendiri pondok pesantren Shiddiqiyyah.

Pada tahun 2018, salah seorang kawan saya tersebut melaporkan kejadian yang dialaminya di Polres Jombang, namun dia malah mendapat tekanan dari pelaku untuk mencabut laporan tersebut. Pada tahun yang sama, saya juga melaporkan MSA dengan membawa beberapa korban lainnya, namun Polres Jombang melakukan SP3 dengan alasan bukan perkara pidana dan tidak cukup bukti. Pada 29 Oktober 2019, MSA dilaporkan kembali, setelah korban lain berani untuk melaporkan. Lalu, pada 12 November 2019, MSA berhasil ditetapkan sebagai tersangka pelaku kekerasan seksual oleh Polres Jombang dan kasus tersebut sekarang ditangani oleh Polda Jawa Timur.

Berbagai hal sudah dilakukan, namun kasus tak kunjung tuntas diproses secara hukum.

Ayah dari MSA, seorang kyai sepuh yang disegani di Jombang, dalam berbagai ceramahnya, selalu mengajak jamaahnya untuk membenci korban kekerasan seksual dan menyatakan bahwa pelaporan kasus kekerasan seksual yang melibatkan anaknya itu adalah kasus palsu. Ia selalu mengatakan kasus tersebut diciptakan untuk menghancurkan pesantren yang dipimpinnya.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Relevant